Photography
A. PENGERTIAN FOTOGRAFI
Kata Fotografi diambil dari Yunani yaitu kata Fotos
yang berarti sinar atau cahaya, dan Grafos yang bararti gambar. Dalam seni
rupa, fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media
cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk
menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya
yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.
Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan
bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang
telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan
bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya
disebut lensa).
B. JENIS FOTOGRFAFI POPULER
Tahukah anda jenis fotografi apakah yang popular di
masyarakat ? Dalam dunia fotografi bayak terdapat jenis-jenis
fotografi. Masing-masing jenis fotografi memiliki teknik dan skill yang
berbeda.
1. Landscape photography
Biasaya landscape fotografi mengabadikan foto-foto
pemandangan ataupun keadaan alam. Anda dapat menemukan karya-karya landscape
foto di “National Geographic”.
Gambar 10.1 Landscape photography
2. Wildlife photography
Fotografi jenis ini berfokus pada hewan dan habitat
alami satwa liar. Sebagian foto-foto ini dicetak dalam jurnal dan pemeran.
Banyak orang berlatih jenis fotografi ini. Namun bukan hal yang mudah karena
selain kamera yang canggih, lensa yang bagus, senter yang kuat, anda juga
membutuhkan kesabaran ekstra untuk membidik foto yang menawan.
Gambar 10.2 Wildlife photography
3. Aerial photography (Foto Udara)
Aerial fotografi adalah jenis fotografi di mana foto
diambil dari udara dengan menggunakan pesawat, balon udara, parasut atau
diambil dari atas gedung pencakar langit. Foto-foto ini memberikan tampilan
yang lebih besar dari subjek dan latar belakang.
Gambar 10.3 Aerial photography
- Sports photography
Merupakan fotografi mengkhususkan diri dalam menangkap
momen yang menentukan dalam sebuah acara olahraga.Fotografi olahraga adalah
salah satu jenis fotografi yang sulit, karena membutuhkan banyak latihan dan
peralatan yang memadahi.
Gambar 10.4 Sport photography
- Portrait photography
Fotografi potrait adalah segala hal mengenai menangkap
suasana hati seseorang dengan penekanan ekspresi. Jenis ini tidak perlu
menggunakan model profesional, bisa memotret anggota keluarga.
Gambar 10.5 Portrait photography
- Architectural photography
Fotografi arsitektur adalah fotografi yang berkaitan dengan mengambil foto sebuah
struktur rumah atau bangunan dari sudut yang berbeda.
Gambar 10.6 Architectural photography
- Event photography
Dapat dikatakan bahwa para fotografer pendatang baru memulai karirnya dengan
berlatih memotret acara pernikahan atau event fotografi.
Gambar 10.7 Event photography
- Fashion photography
Fotografi fashion ialah memotret model dengan pencahayaan yang glamour dan juga
selain model fotografer memotret item fashion seperti tas, baju, sepatu, aksesoris,
atau make up. Fotografi jenis ini biasanya banyak digunakan dalam dunia
periklanan dan majalah fashion.
Gambar 10.8 Fashion photography
- Macro photography
Fotografi makro adalah jenis fotografi di mana gambar dibidik dengan
kisaran lebih dekat untuk menampilkan rincian materi subjek yang ingin
ditonjolkan. Subyek yang menarik dari fotografi makro adalah bunga, serangga,
tekstur dari sweater, atau keranjang.
Gambar 10.9 Macro photography
- Baby/Family photography
Fotografi Bayi / keluarga adalah jenis fotografi lain
yang populer. Fotografi Bayi / keluarga dilakukan ketika keluarga biasanya baru
saja mendapatkan bayi yang baru lahir. Ekspresi berbeda bayi bersama dengan
anggota keluarga yang dibidik dalam fotografi jenis ini. Seluruh keluarga
datang bersama-sama untuk membekukan satu sesi pemotretan yang dapat dilakukan
secara indoor atau outdoor.
Gambar 10.10 Baby photography
3.13 Menerapkan prosedur pengukuran bidang pandang dan
sudut pengambilan gambar
4.13 Mengambil gambar sesuai bidang pandang dan sudut
pandang
A. UKURAN BIDANG PANDANG GAMBAR
Bidang pandangan atau framing adalah
langkah pengambilan gambar yang menentukan luas bidang pandangan suatu obyek
utama dan obyek lainnya dalam hubungannya dengan latar belakang. Macam - macam
ukuran bidang pandang pengambilan gambar bergerak yaitu :
- Extreme Close Up (ECU)
Teknik pengambilan gambar sebagian dari
keseluruhan obyek yang di bidik, misalnya matanya, kupingnya, atau mulutnya
saja, juga bisa diterapkan terhadap benda lain yang tidak bernyawa seperti
pisau, pistol, batu dan lai sebagainya.
Fungsi dari teknik ini adalah ingin
menyampaikan karakter detail dari sebuah obyek, sehingga karakternya dapat
dilihat secara nyata dan jelas oleh pemirsa.
Gambar 13.1 Extreme Close Up
- Big Close Up (BCU)
Teknik pengambilan gambar sebagian dari
wajah, dari dagu hingga kepala atau kening. Pengambilan gambar ini lebih tajam
dari pengambilan gambar Close Up. Apakah anda tahu perbedaan Long Shot
dengan Close Up? Berikut akan kita bahas tentang bidang pandang gambar.
Selamat belajar !
Gambar 13.2 Big Close Up
Tipe shot ini dapat mewujudkan kedalaman
pandangan mata, sorot bahagian sampai emosi hingga keharuan. Tanpa kata, tanpa
bahasa tubuh, tanpa intonasi BCU sudah mewujudkan semuanya.
- Close Up (CU)
Teknik pengambilan gambar sebagian dari
keseluruhan obyek, dari ujungnkepala sampai batas bahu atau dada seseorang.
Fungsi dari teknik ini adalah ingin menyampaikan karakter detil dari sebuah
obyek, sehingga karakternya terutama pada obyek manusia dapat dilihat secara
nyata dan jelas oleh pemirsa. Pengambilan gambar ini biasanya menampilkan
identifikasi psikologi sebuah karakter.
Gambar 13.3 Close Up
- Medium Close Up (MCU)
Teknik pengambilan gambar dari ujung kepala sampai ulu
hati seseorang.
Gambar 13.4 Medium Close Up
- Medium Shot (MS)
Teknik ini akan memvisualisasikan setengah
dari keseluruhan bidikan obyek manusia misalnya dari ujung kepala hingga
pinggang obyek atau seseorang. Fungsi dari teknik ini ingin menyampaikan
keadaan obyek beraktifitas.
Gambar 13.5 Medium Shot
- Knee Shot (KS)
Teknik ini dengan ukuran gambar tiga
perempat ( ¾ ) dari keseluruhan bidikan obyek manusia misalnya dari ujung
kepala sampai lutut obyek atau seseorang.
Gambar 13.6 Knee Shot
- Full Shot (FS)
Teknik pengambilan gambar keseluruhan
bidikan obyek manusia atau binatang maupun kendaraan, misalnya dari ujung
kepala hingga ujung kaki.
Gambar 13.7 Full Shot
- Long Shot (LS)
Teknik pengambilan gambar yang
menunjukkan kesan luas pandang dan mengecilnya obyek dari pandangan, sehingga
keberadaan obyek terlihat jauh dari pandangan mata.
Fungsi dari teknik ini ingin
menyampaikan keadaan obyek yang beraktifitas dengan keluasan suasana lingkungan
dimana obyek berada.
Gambar 13.8 Long Shot
- Extreme Long Shot (ELS)
Teknik pengambilan gambar yang mana
obyeknya lebih kecil dari Long Shot dengan menampakkan suasana keberadaan obyek
yang lebih luas. Shot ini digunakan apabila gambar yang ingin diambil adalah
gambar yang sangat sangat jauh, panjang, luas dan berdimensi lebar.
Gambar 13.9 Extreme Long Shot
- Establishing Shot
Pengambilan gambar secara keseluruhan
suatu tempat atau pemandangan untuk memberi orientasi tempat dimana peristiwa
atau adegan itu terjadi, biasa disingkat ESTABLISH saja.
Gambar 13.10 Establishing Shot
- One Shot
Shot yang menampilkan satu orang /
subjek terlepas dari jauh atau dekatnya pengambilan gambar.
Gambar 13.11 One Shot
- Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang / objek
terlepas dari jauh atau dekatnya pengambilan gambar.
Gambar 13.12 Two Shot
- Three Shot
Shot yang menampilkan tiga orang / obyek
terlepas dari jauh atau dekatnya pengambilan gambar.
Gambar 13.13 Tree Shot
- Group Shot
Shot yang menampilkan sekelompok orang /
obyek atau lebih dari tiga orang / obyek terlepas dari jauh atau dekatnya
pengambilan gambar
Gambar 13.14 Group Shot
- OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar dimana kamera berada
di belakang bahu salah satu pelaku atau di belakang objek yang membelakangi,
dan tampak di dalam frame. Sementara obyek utama tampak menghadap kamera dengan
bahu lawan main.
Gambar 13.15 Over Shoulder Shot
- POV (Point Of View)
Kamera
sebagai sudut pandang pelaku atau subjek gambar
Gambar 13.16 Point Of View
- SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR (ANGLE)
Angle adalah sudut pengambilan gambar yang menekankan posisi kamera pada situasi
tertentu dalam membidik objek. Ada beberapa macam sudut pengambilan gambar
dalam fotografi, yaitu :
- Eye Level
Merupakan sudut pengambilan gambar atau angle yang netral sehingga disebut juga
Normal Angle. Pada angle ini tingginya kameraa saat membidik harus sejajar
dengan subjek / objek yang dibidik. Bila memotret seseorang maka bagian tubuh
yang dijadikan tolak ukur untuk mensejajarkan sorotan kamera dengan subjek
adalah pada posisi kepala, lebih tepatnya jatuh di mata.
Gambar 13.17 Eye Level
- Bird eye view
Foto yang diambil dengan posisi angle ini akan memperhatikan sudut pengambilan
gambar dari ketinggan. Maksudnya pemotretan dilakukan dari tempat yang sangat
tinggi, contohnya seperti foto yang menampilkan seluruh isi kota (gedung
tinggi, ramainya kendaraan, dan aktivitas di jalan)
Gambar 13.18 Bird Eye View
- High angle
Angle ini memiliki karakter angle yang sama seperti bird eye view yaitu memotret
objek dari ketinggian, hanya saja angle ini tidak se-ekstrem bird eye view.
Bila digunakan untuk memotret seseorang maka tingginya sorotan kamera harus
lebih tinggi dari posisi kepala orang tersebut. Sehingga posisi kepada akan tampak
lebih besar membulat dan ukuran badan tampak mengecil sampai kaki seperti
meruncing.
Gambar 13.19 High Angle
- Low angle
Angle ini merupakan kebalikan dari high angle yaitu sudut pengambilan
gambar yang rendah dan jika digunakan untuk memotret sesorang maka tingginya sorotan
kamera harus lebih rendah dari kepala orang tersebut. Hasil foto menggunakan
angle ini juga merupakan kebalikan dari hasil high angle yaitu membesar pada
bagian kaki dan mengecil dibagian badan sampai ke kepala.
Gambar 13.20 Low Angle
- Frog eye angle
Angle ini memiliki karakter angle yang sama dengan low angle yaitu sudut pengambilan
gambar yang rendah hanya saja tingkat kerendahannya lebih extreme yang dimana
kamera hampir sajamenyentuh tanah. Sehingga saat menggunakan angle ini terkadang
fotografer harus tiarap saat memotret.
Gambar 13.21 Frog Eye Angle
- Canted angle
Disebut juga oblique angle yaitu pemilihan sudut pengambilan gambar yang sengaja
dimiringkan. Angle ini biasanya digunakan untuk menghasilkan foto yang unik
Gambar 13.22
Canted Angle






























Good
BalasHapusTerimakasih
HapusTerimakasih
HapusAseek tyass
BalasHapusTerimakasih, semoga membantu ...
HapusTerimakasih, semoga membantu ...
Hapus👍👍
BalasHapusTerimakasih, semoga membantu ...
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusTerimakasih, semoga membantu ...
Hapus